Sistem Kendali Dasar di Industri

Industri memiliki cakupan yang sangat luas, begitu juga jika kita membicarakan tentang sistem kendali yang ada di dalamnya. Dari sistem kendali dasar yang konvensional menggunakan elektro-mekanik hingga sistem kompleks terprogram yang saling terintegerasi yang dapat dipantau melalui jaringan internet, bahkan gadget. Beberapa industri sudah menerapkan sistem kendali kompleks, namun bukan berarti sepenuhnya meninggalkan sistem kendali dasar, bahkan beberapa industri skala kecil atau menengah tetap memilih sistem kendali dasar dengan pertimbangan proses yang sederhana dan kendala investasi. Sehingga akan tetap relevan untuk mempelajari sistem kendali dasar di industri.
Sistem elektro-mekanik memiliki peran penting sebagai komponen kendali logika dalam kendali di industri. Gambar di bawah ini adalah ilustrasi paling umum dari sistem kendali dasar yang ada di industri. Yaitu meliputi Komponen Input dasar, Kompenen Kendali logika dasar dan komponen Output dasar.

<<Gambar 1. Sistem Kendali Dasar>>

Omron memiliki beberapa komponen Kendali Dasar, Komponen ini berfungsi sebagai pengatur logika utama yang akan mengendalikan kerja sistem atau mesin. Komponen logika dasar tersebut antara lain Relay Omron, Timer Omron dan Counter Omron.

RELAY

Relay adalah Saklar (Switch) yang dioperasikan dengan tenaga listrik dan merupakan komponen Elektromekanikal (kombinasi elektrik dan mekanik) yang terdiri dari 2 bagian utama yakni Elektromagnet (Coil/lilitan magnet) dan Mekanikal (seperangkat Kontak Saklar/Switch). Sebuah relay minimal memiliki 1 pasang Kontak NO (Normally Open) dan Kontak NC (Normally Close). Dalam kondisi coil tidak diberi tegangan, kontak NO masih terbuka sedangkan kontak NC masih tertutup, namun begitu coil diberi tegangan, coil segera membangkitkan medan elektromagnetik yang menyebabkan kontak NO menutup dan kontak NC terbuka. Perubahan kondisi kontak NO dan NC ini yang digunakan untuk mengatur logika kerja sistem. Gambar di bawah adalah konstruksi sebuah relay dan salah satu contoh jenis relay Omron. Produk Relay ini paling banyak dipalsukan (lihat artikel).

Gambar 2 Relay<<Gambar 2. Relay>>

TIMER

Timer sebenarnya memiliki konstruksi dan prinsip kerja yang mirip dengan relay. Dimana Timer memiliki coil dan juga kontak. Satu satunya perbedaan mendasar antara Relay dengan Timer adalah adanya sistem penunda Timer, sehingga coil tidak segera mengaktifkan medan elektro magnetik melainkan menunggu hingga jeda waktu yang diatur telah tercapai. Timer memiliki pengaturan jeda berapa lama  waktu tunda sejak timer diberi tegangan hingga coil aktif. Gambar di bawah adalah konstruksi sebuah timer dan salah satu contoh jenis timer Omron. Produk Timer ini juga paling banyak dipalsukan (lihat artikel)

<<Gambar 3. Timer>>

COUNTER

Counter pada dasarnya pun serupa denga relay, yang membuat Counter lebih spesial dari pada relay adalah kemampuan untuk mengolah signal detak pulsa. Jika Timer memiliki pengaturan waktu jeda, maka Counter memiliki pengaturan jumlah detak pulsa yang harus diberikan padanya hingga coil pada Counter akan aktif. Gambar di bawah adalah salah satu contoh jenis Produk Counter Omron.

<<Gambar 4. Counter>>

Komponen Input Dasar, yaitu perangkat hardware yang berfungi untuk memberikan signal perintah kepada konponen kendali. Perangkat ini bekerja dengan  menyambungkan atau memutuskan aliran arus dalam sirkuit elektrik, sehingga dapat dikatakan hanya ada dua kondisi yaitu ON atau OFF. Dengan memperhatikan gambar di atas, dari sudut pandang komponen kendali terdapat 2 kelompok komponen input dasar yaitu :

  1. Interaksi dengan manusia, komponen ini berfungsi sebagai alat interaksi komponen kendali terhadap manusia (operator), seperti Push Button, Selector Switch dan Toggle Switch.
  2. Interaksi dengan Mesin, komponen ini berfungsi sebagai bentuk interaksi mesin terhadap komponen kendali, seperti sensor proximity dan limit switch.

Komponen Output dasar, yaitu sebuah perangkat hardware yang digunakan untuk merubah signal output menjadi sebuah kondisi sesuai dengan kebutuhan. Berikut ini pengelompokan jenis keluaran berdasarkan kegunaannya. Seperti halnya komponen input, pada gambar di atas juga menunjukkan 2 kelompok komponen Output Dasar

  1. Interaksi dengan manusia (operator), yaitu berfungsi untuk memberitahukan operator atau menunjukkan status pengoperasian mesin. Contohnya Lampu Indikator, tower Lamp, dan Digital Panel Indicator.
  2. Interaksi dengan mesin, yaitu berfungsi untuk mengubah volume panas sistem target, contohnya Heater. Atau berfungsi untuk menggerakkan, memutar, atau mengatur sebuah objek seperti Motor Listrik, dan Solinoid untuk mengatur valve pada pengerakan Pneumatik. Perangkat keluaran yang dapat mengasilkan sebuah gerakan secara umum disebut dengan aktuator.

Wiring atau penyambungan kabel pada perangkat kendali memegang peran utama bagi logika sistem kendali dasar ini. Hal ini bukan masalah serius untuk sistem dengan skala sederhana dan alur kerja yang tetap, namun pada sistem yang lebih kompleks atau menuntut fleksibilitas yang tinggi pada alur kerjanya, maka akan menjadi permasalahan seirus. Karena banyak diperlukan perubahan pada wiring. Satu saja terjadi kesalahan atau kerusakan pada wiring maka boleh jadi sistem tidak berfungsi dan diperlukan penelusuran kerusakan yang cukup rumit. Fleksibilitas dan kemudahan perawatan merupakan 2 contoh dari banyak alasan yang membuat sistem kendali dasar dengan logika wiring perlu untuk dirubah menjadi sistem kendali yang dapat diprogram.