Pengenalan Dasar RFID

ID (Identifikasi) biasanya mengacu pada mengenali orang dan benda secara unik. Biometrik untuk mengenali orang secara unik termasuk sidik jari, suara, dan iris mata. RFID, seperti barcode dan kode dua dimensi, digunakan untuk mengidentifikasi benda.
Auto-Identification and Data Capture (AIDC) mengacu pada metode yang digunakan oleh peralatan, baik perangkat keras maupun perangkat lunak, untuk secara otomatis membaca dan mengenali data melalui barcode, kode dua dimensi, RFID, sidik jari, suara, retina, dll., tanpa bantuan orang.
Pada dasarnya, setiap sistem yang membaca dan mengenali “data yang berasal dari orang atau benda” disebut sistem ID.

RFID-1Contoh Pengenal (Identifikasi) yang dapat dikenali.

Definisi RFID
RFID-2Sistem RFID mengacu pada sistem ID yang menggunakan media gelombang radio. Istilah ini singkatan dari Radio Frequency IDentification System. RFID membaca/menulis data dari/ke memori semikonduktor dengan cara non-kontak dengan bidang induksi atau gelombang radio.

Sejenis sistem komunikasi radio dengan “tag RF (atau data carrier)” dan “Reader/Writer ” melakukan transmisi dan pertukaran data yang diperlukan.

Contoh Konfigurasi Sistem
Konfigurasi sistem RFID membutuhkan tag RF, Reader/Writer, dan host device. Sistem RFID menulis data yang dikirim dari host device ke tag RF melalui Reader/Writer. Data di dalam tag RF dibaca melalui Reader/Writer. Data di dalam tag RF dapat ditulis ulang.

RFID-3Konfigurasi RFID

Fitur RFID
Fitur utama RFID adalah sebagai berikut:

  1. Menyediakan pembacaan dan penulisan data tanpa kontak. RFID memungkinkan Anda untuk bebas membaca dan menulis informasi yang diperlukan dengan cara non-kontak, Barcode atau kode dua dimensi tidak dapat diubah setelah ditulis.
  2. Tag RF berisi banyak informasi. Tag RF dapat diisi banyak informasi hingga sebesar 3200 byte (Tergantung Spesifikasi). Sebagai perbandingan, kode dua dimensi dari ukuran yang sama seperti tag RF hanya dapat menyimpan data sekitar 100 byte.
  3. Dapat melakukan transmisi bahkan saat tersembunyi. Tidak seperti barcode atau kode dua dimensi, transmisi tidak akan terpengaruh bahkan jika ruang antara tag RF dan Reader/Writer tertutup oleh resin atau kertas.
  4. Dapat mengakses informasi pada beberapa tag RF secara bersamaan. Beberapa sistem RFID dilengkapi dengan fungsi yang memungkinkan Anda untuk secara bersamaan membaca informasi dari beberapa tag RF yang ada dalam jangkauan transmisi Reader/Writer.

RFID-4

Fitur RFID

Selanjutnya kita akan membahas contoh aplikasi RFID yang dapat digunakan.

Contoh Aplikasi RFID
RFID digunakan dalam berbagai aplikasi.

Manajemen Masuk & Keluar Gedung
Pintu akan terbuka jika orang-orang yang telah diizinkan untuk memasuki gedung memegang kartu mereka di atas antena di depan pintu gerbang. Informasi tentang siapa dan waktu masuk/keluar gedung dapat dikelola oleh sistem.

Manajemen Imigrasi berdasarkan Passport
Menyimpan informasi identifikasi pribadi ke dalam tag RF di dalam paspor dan melakukan manajemen imigrasi.

Manajemen Identifikasi Hewan
Menempelkan tag RF ke hewan termasuk sapi dan domba dan mengelola informasi termasuk induk hewan, lokasi hewan ternak, dan produsen.

Perekam yang Dililitkan Selama Perlombaan
Pelari maraton memakai tag RF sambil berlari, dililitkan dengan tali di pergelangan kaki. Berfungsi mencatat waktu yang akurat ketika pelari melewati garis start dan finish.

Tujuan Penggunaan RFID di Lokasi Produksi
RFID juga digunakan di beberapa lokasi produksi.

Tujuan menggunakan RFID di lokasi produksi terutama terdiri atas tiga aplikasi berikut.

1. Instruksi kerja (instruksi tujuan)

Contoh: Automated Selection and Sorting
Otomatis melakukan penyortiran produk berdasarkan hasil pemeriksaan.

Dapat dengan mudah membangun sebuah sistem penyortiran yang membaca informasi tag RF dari kotak sorting menggunakan Reader/Writer yang dipasang pada titik percabangan, dan menggunakan sistem kontrol seperti Programmable Controller untuk mengubah titik.

Contoh: Warehouse Pallet Management
Mengelola penerimaan dan pengiriman barang dengan membaca tag RF yang ada pada pallet.

2. Otomasi perubahan pengaturan

Contoh:  Instruksi Kerja dalam Proses Pengelasan Bodi
Membaca informasi instruksi kerja (informasi tentang jenis kendaraan, instruksi pengelasan, dll.) dan melakukan perubahan pengaturan untuk produksi.

Mencegah kesalahan dalam identifikasi komponen dan dengan demikian mengurangi kerugian yang timbul dari cacat dengan secara otomatis membaca instruksi kerja.

Data seperti informasi jenis kendaraan, instruksi kerja (langkah berikutnya dalam proses), riwayat proses (langkah apa yang telah berhasil diselesaikan) dibaca bahkan dalam baris yang beragam.

3. Manajemen riwayat (riwayat produksi, riwayat kerja, riwayat   inspeksi, dll.)

Contoh: Mold History, Service Life Management Dapat dengan mudah mengelola akumulasi shot time dan siklus yang mempengaruhi kualitas mold dengan menempelkan tag RF ke mold dan antena ke mesin molding, dan membaca informasi molding dari tag RF.

Contoh: Manajemen Keterlacakan
Melakukan pekerjaan sesuai dengan instruksi kerja dari tag RF dan menulis hasilnya, dalam prosesnya masing-masing.
Mendukung keterlacakan produk (dalam kasus penarikan) karena semua data yang ada pada operator, tanggal pembuatan, dan hasil pemeriksaan dengan stempel waktu terkandung dalam tag RF.
Manajemen riwayat produksi secara ketat diperlukan terutama di industri mobil.
Menggunakan sistem RFID memungkinkan konsolidasi manajemen objek dan informasi.

Dampak Implementasi Sistem RFID
Menggunakan sistem RFID memungkinkan konsolidasi manajemen objek dan informasi. Informasi seperti informasi produksi dan hasil pemeriksaan dalam tag RF berkontribusi terhadap realisasi peningkatan produktivitas, peningkatan kualitas, keterlacakan, dan pemeliharaan preventif.

Rangkuman Topik
Pelajaran ini menjelaskan bahwa sistem RFID adalah sistem yang menggunakan gelombang radio untuk mengidentifikasi orang dan benda. Juga memberikan pemahaman tentang fitur-fitur dibandingkan dengan barcode atau kode dua-dimensi, serta berbagai aplikasinya.

Pelajaran berikutnya membantu Anda untuk mempelajari prinsip-prinsip yang dilalui oleh tag RF dalam melakukan transmisi dengan Reader/Writer dalam sistem RFID.

Sumber: www.ia.omron.com