10 Strategi Prioritas untuk menghadapai Revolusi Industri 4.0

Strategi Menuju Perubahan Revolusi Industri 4.0

Seringkali infrastruktur yang luas yang mendasari peradaban industri mengalami transformasi yang dramatis. Tetapi perubahan seperti itu tampaknya terjadi sekarang.

Dalam gelombang besar perubahan teknologi, sensor menyebar melalui pabrik dan gudang, perangkat lunak memprediksi perlunya perawatan sebelum mesin rusak, jaringan listrik dan dok pemuatan menjadi cerdas, dan komponen yang dirancang khusus sedang diproduksi sesuai permintaan.

Para pemimpin revolusi industri berikutnya adalah perusahaan yang membuat kemajuan di bidang-bidang seperti robotika, pembelajaran mesin, fabrikasi digital (termasuk pencetakan 3D), Internet Industri, Internet of Things (IoT), analitik data dan blockchain (sistem terdesentralisasi, verifikasi transaksi otomatis).

Karena semua teknologi ini memperkuat dampak orang lain, mereka mengarah ke tingkat kemahiran baru, dan jenis peluang dan tantangan baru untuk bisnis dan untuk masyarakat luas.

Salah satu indikator kunci adalah bahwa batas-batas konvensional di antara industri-industri sedang mengikis. Semakin sulit untuk membedakan antara, katakanlah, perusahaan telekomunikasi dan produsen hiburan, atau antara bank ritel dan toko ritel.

Hubungan di antara pemasok, produsen, dan konsumen juga kabur, lebih cepat daripada banyak pengambil keputusan bisnis yang dipersiapkan.

Lalu, bagaimana Anda dapat memimpin perusahaan Anda, apakah itu besar atau kecil, untuk memainkan peran penting dalam revolusi industri berikutnya?

Bagaimana Anda bisa memanfaatkan kekuatan yang ada saat mengembangkan kecakapan digital dan keterampilan pribadi yang Anda butuhkan?

Bagaimana Anda menyeimbangkan ketajaman teknologi yang Anda butuhkan dengan keterampilan manajerial untuk menjadi pemimpin pasar sejati di bidang ini?

Bagaimana Anda dapat membantu masyarakat yang lebih luas menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh teknologi ini – masalah yang terkait dengan privasi, pekerjaan, kesetaraan pendapatan, dan kesejahteraan umum, antara lain – sambil tetap memastikan kesuksesan untuk perusahaan Anda?

Image Source : Kementrian Perindsutrian

Berikut 10 Strategi dapat membantu eksekutif senior menavigasi ketidakpastian dalam beberapa tahun ke depan secara sistematis dan menguntungkan :

  1. Perbaikan Alur Aliran Barang dan Material

Upaya perbaikan alur aliran barang dan mineral diyakini Kemenpar akan memperkuat produksi lokal pada sektor hulu dan menengah melalui peningkatan kapasitas dan percepatan adopsi teknologi.

“Kami menyusun strategi sumber material secara nasional, yang diharapkan dapat mengurangi impor bahan baku maupun komponen dan memacu sumber daya alam kita agar bernilai tambah tinggi,” jelas Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Kamis (26/04/2018).

  1. Mendesain ulang Zona Industri

Dari beberapa zona industri yang telah dibangun di penjuru negeri, Indonesia akan mengop­timalkan kebijakan zona-zona industri tersebut dengan menyelaraskan peta jalan sektor-sektor industri yang menjadi fokus dalam Making Indonesia 4.0.

“Jadi, kami lihat secara geografis, kemudian dari aspek transportasi, infrastruktur, dan lainnya sehingga kompre­hensif antar lintas sektor,” ujar Airlangga.

  1. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)

Airlangga mengatakan SDM merupakan hal penting guna mencapai kesuksesan pelaksanaan Making Indonesia 4.0. “Indonesia berencana untuk merombak kurikulum pendidikan dengan lebih menekankan pada Science, Technology, Engineering, the Arts, dan Mathematics (STEAM), serta meningkatkan kualitas sekolah kejuruan,” ujarnya.

  1. Pemberdayaan UMKM

Hampir 70% pelaku usaha Indonesia berada di sektor UMKM. “Pemerintah berkomitmen untuk mendukung pelaku usaha UMKM dengan membangun platform e-commerce, yang juga bisa dimanfaatkan petani dan pengrajin.

Kami juga akan membangun sentra-sentra teknologi dalam rangka meningkatkan akses UMKM terhadap akuisisi teknologi dan memberikan dukungan mentoring untuk mendorong inovasi,” ujar Airlangga.

  1. Insentif untuk Investasi Teknologi

Desain ulang rencana insentif adopsi teknologi, seperti subsidi, potongan pajak perusahaan, dan pengecualian bea pajak impor bagi perusahaan yang berkomitmen untuk menerapkan teknologi industri 4.0 merupakan salah satu langkah yang dapat dilakukan.

Selain itu, Indonesia akan meluncurkan dana investasi negara untuk dukungan pendanaan tambahan bagi kegiatan investasi dan inovasi di bidang teknologi canggih.

  1. Pembangunan Ekosistem Inovasi

Pemerintah dikatakan Airlangga segera mengembangkan cetak biru pusat inovasi nasional, mempersiapkan percontohan pusat inovasi dan mengoptimalkan regulasi terkait, termasuk di antaranya yaitu perlindungan hak atas kekayaan intelektual dan insentif fiskal untuk mempercepat kolaborasi lintas sektor diantara pelaku usaha swasta atau BUMN dengan universitas.

  1. Tarik Minat Investor Asing

Menarik minat investasi asing dapat mendorong transfer teknologi ke perusahaan lokal. “Untuk mening­katkan investasi, Indonesia akan secara aktif melibatkan perusahaan manufaktur global, memilih 100 perusahaan manufaktur teratas dunia sebagai kandidat utama dan menawarkan insentif yang menarik, dan berdialog dengan pemerintah asing untuk kolaborasi tingkat nasional,” paparnya.

  1. Harmonisasi Aturan dan Kebijakan

Harmonisasi aturan dan kebijakan merupakan langkah yang dapat mendukung daya saing industri dan memastikan koordinasi pembuat kebijakan yang erat antara kementerian dan lembaga terkait dengan pemerintah daerah.

Cara ini diyakini Airlangga sangat berperan dalam menjaga perindustrian melaju dengan tepat di era industri 4.0.

  1. Pembangunan Infrastruktur Digital Nasional

Indonesia akan melakukan percepatan pembangunan infrastruktur digital, termasuk internet dengan kecepatan tinggi dan meningkatkan kemampuan digital melalui kerja sama antara pemerintah dengan publik dan swasta untuk dapat berinvestasi di teknologi digital seperti clouddata centersecurity management dan infrastruktur broadband,” sebut Menperin.

  1. Mengakomodasi Standar Keberlanjutan

Indonesia melihat tantangan keberlanjutan sebagai peluang untuk membangun kemampuan industri nasional, seperti yang berbasis teknologi bersih, tenaga listrik, biokimia, dan energi terbarukan.

“Oleh karenanya, Indonesia akan berusaha memenuhi persyaratan keberlanjutan itu di masa mendatang, dengan mengidenti­fikasi aplikasi teknologi dan peluang pertumbuhan ramah lingkungan, serta mempromosikan lingkungan yang kondusif,” papar Menperin.

Inilah fitur atau solusi yang dapat membantu di era Revolusi Industri 4.0 :

  1. Improve Manufacturing Quality
  2. Traceability and Monitoring Solution
  3. Vision Analytics (Smart Face)
  4. Remote Monitoring Facility
  5. Automate Processes